Jumat, 01 November 2013

Profil Carles Puyol

 Carles Puyolmemulai karir sepakbola di tim lokal sebuah kota kecil tempat ia dilahirkan, La Pobla de Segur. Puyol mendaftar ke Akademi Barca pada saat umur 17 tahun di La Masia. Dia dengan cepat bisa bergabung dengan tim Barca B dan kemudian berkembang bergabung dengan tim utama, dimana debut pertamanya pada saat melawan Valladolid tanggal 2 Oktober 1999 dibawah asuhan pelatih Louis Van Gaal. Dengan penampilan yang memuaskan pelatih, kemudian diberikan kesempatan sering bermain maka di menjadi pilihan utama posisi bek kanan maupun ditempatkan di center bek.

Pada musim 2003-2004, Carles Puyolterpilih sebagai
kapten ketiga. Dengan bermain sebanyak 27 kali penampilan di liga dan 7 di Piala UEFA, Puyol membartu Barca meski hanya sebagai runner-up di Liga. Musim 2004-2005, Puyol memenangkan Piala pertama bersama Barca, dan juga kapten tim dibawah pelatih Frank Rijkaard. Kemenangan La Liga ini membuat mimpi dia menjadi kenyataan untuk mengangkat Piala Liga di Nou Camp.

Musim 2005-06, dia masih bermain sebaik tahun sebelumnya, dimana  Puyol untuk kedua kalinya mengangkat Piala Liga. Puyol juga memenangkan Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal di Paris. Puyol hanya kehilangan lima pertandingan sepanjang musim dan bukan karena cedera tetapi tiga kali diistirahatkan oleh pelatih Frank Rijkaard dan tidak boleh tampil karena diskors untuk dua pertandingan. Dia mencetak satu gol saat menang 5-0 melawan Real Sociedad pada tanggal 30 Oktober 2005.

Pada musim 2006/2007,  Carles Puyol bermain sebanyak 35 penampilan dari 38 pertandingan Liga. Dia mendapatkan cedera terburuk dalam karirnya ketika Liga sudah berakhir, dia mengalami cedera lutut padapertandingan persahabatan di Pretoria pada tanggal 20 Juni 2007, sehingga membuatnya absen hingga 29 September. Puyol tidak bisa bermain pada pertandingan-pertandingan awal kompetisi, sehingga pada musim 2007/2008, dia hanya bermain sebanyak 30 pertandingan di Liga.
 

Musim 2008/2009 Barca menorehkan kemenangan treble,  Carles Puyol sekali lagi bek Barca yang paling serbaguna, dimana dibawah kepelatihan Guardiola, dia ditempatkan sebagai bek kanan di final Liga Champions, kemudian dipasang sebagai bek kiri di final Copa del Rey dan juga sebagai bek tengah di banyak pertandingan. Puyol sebagai seorang pemain bertahan dia juga pemain yang bisa mencetak gol. Di Roma dia membuat sejarah dengan menjadi kapten Barca pertama untuk mengangkat dua kali trofi Liga Champions.

Pada musim 2009-2010 dia memenangkan gelar liga keempatnya.Dia adalah pemain yang sangat konsisten dan paling banyak dimainkan oleh Pep Guardiola di jantung pertahanan.

Musim 2010/2011 adalah musim kurang beruntung bagi Puyol, di mana meskipun memenangkan juara Liga untuk kelima kalinya dan Liga Champions ketiga kalinya, dia hanya bermain 27 pertandingan. Menjelang akhir musim, ia menjalani arthroscopy di lutut kirinya untuk mengambil tulang rawan yang lepas dari tulang pahanya.

Karir bersama tim Nasional Spanyol,  Carles Puyol bermain di Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010 dan bermain di Piala Eropa pada tahun 2004 dan 2008. Di Piala Dunia maupun di Piala Eropa, dia merupakan pemain kunci di pertahanan terutama saat tim Spanyol merih gelar di Wina.

Pada musim panas tahun 2010 ia memenangkan Piala Dunia bersama tim Spanyol untuk melengkapi gelar yang diperolehnya. Sebagai salah satu pilar tim, ia bermain dalam semua (tujuh) pertandingan dan mencetak gol pada saat di semi-final melawan Jerman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar